Integrasi Onkologi dalam Bidang Keperawatan: Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Onkologi adalah bidang ilmu yang mempelajari kanker, termasuk diagnosis, terapi, dan perawatan paliatif. Ners memiliki peran strategis dalam menangani pasien kanker melalui pendekatan holistik lintas ranah keperawatan. Integrasi ini menjadi krusial mengingat prevalensi kanker yang tinggi dan dampaknya pada kualitas hidup. Integrasi onkologi dalam bidang keperawatan merupakan respons terhadap meningkatnya prevalensi kanker secara global dan kebutuhan akan perawatan yang komprehensif. Perawat memegang peran sentral dalam pemberian asuhan kepada pasien kanker, mulai dari skrining, diagnosis, manajemen gejala, hingga dukungan paliatif. Oleh karena itu, pendidikan keperawatan di perguruan tinggi perlu mengintegrasikan aspek-aspek onkologi secara sistematis dalam kurikulumnya. Hal ini tidak hanya mencakup pengetahuan klinis, tetapi juga pengembangan kompetensi komunikasi, etika, dan empati dalam menghadapi pasien dengan penyakit terminal.
Implementasi onkologi dalam pendidikan keperawatan memerlukan pendekatan berbasis kompetensi yang mencakup pembelajaran teoritis dan praktik klinis. Mahasiswa keperawatan harus dibekali dengan pengetahuan tentang patofisiologi kanker, terapi terkini seperti kemoterapi dan imunoterapi, serta pendekatan multidisiplin dalam pengelolaan pasien. Praktik klinis di rumah sakit yang memiliki layanan onkologi akan memberikan pengalaman nyata dalam menghadapi tantangan klinis. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting untuk menjamin mutu pendidikan onkologi keperawatan.
Pengembangan kurikulum onkologi keperawatan perlu disesuaikan dengan standar nasional dan global, seperti yang direkomendasikan oleh WHO dan organisasi onkologi internasional. Perguruan tinggi harus menyusun modul pembelajaran yang mencakup evaluasi kebutuhan pasien kanker, manajemen nyeri, keperawatan paliatif, serta aspek psikososial dari perawatan kanker. Pendidikan interprofesional juga harus diintegrasikan untuk mendorong kolaborasi dengan profesi lain, seperti dokter, farmasis, dan ahli gizi. Evaluasi pembelajaran melalui studi kasus, simulasi, dan refleksi praktik klinik dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa secara holistik.
Dengan integrasi
onkologi ke dalam kurikulum keperawatan, lulusan diharapkan mampu memberikan
pelayanan yang humanistik, berbasis bukti, dan sensitif terhadap kondisi pasien
kanker. Kompetensi ini penting untuk menjawab tantangan sistem pelayanan
kesehatan yang terus berkembang, khususnya dalam hal peningkatan jumlah pasien
kanker. Selain itu, perawat juga diharapkan menjadi agen edukasi dan advokasi
dalam promosi kesehatan serta deteksi dini kanker di masyarakat. Integrasi ini
akan memperkuat peran strategis keperawatan dalam sistem kesehatan nasional dan
global.
Penulis: Ns. Muhamad Ridlo, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Onk.