Semangat Sumpah Pemuda, Refleksi Peran Perawat dalam Persatuan dan Pelayanan Kesehatan Bangsa
Setiap tanggal 28 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebuah tonggak sejarah yang menandai lahirnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Pada Kongres Pemuda II tahun 1928, para pemuda dari berbagai daerah dengan latar belakang suku, bahasa, dan budaya yang berbeda, berikrar untuk bersatu:
Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa Indonesia.
Momentum bersejarah ini menjadi simbol kebangkitan nasional yang lahir dari semangat muda, gotong royong, dan cita-cita bersama untuk membangun negeri. Kini, hampir seabad kemudian, semangat Sumpah Pemuda tetap relevan terutama dalam dunia kesehatan dan keperawatan.
Seperti para pemuda 1928 yang berjuang dengan gagasan dan semangat persatuan, tenaga kesehatan masa kini juga memegang peran penting dalam menjaga kehidupan dan keberlanjutan bangsa.
Di tengah tantangan global seperti pandemi, stunting, penyakit menular, hingga ketimpangan akses layanan kesehatan, sinergi lintas profesi kesehatan antara perawat, dokter, bidan, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya menjadi wujud nyata dari semangat “Bersatu untuk Indonesia Sehat.”
Perawat, sebagai profesi yang paling dekat dengan masyarakat, memiliki peran penting dalam meneladani nilai-nilai Sumpah Pemuda.
Satu Nusa: Perawat hadir di seluruh pelosok negeri, dari perkotaan hingga daerah terpencil, memberikan pelayanan kesehatan tanpa memandang latar belakang sosial maupun budaya.
Satu Bangsa: Perawat mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keadilan, memperlakukan semua pasien dengan empati dan profesionalisme sebagai sesama anak bangsa.
Satu Bahasa: Perawat berkomunikasi dengan bahasa kemanusiaan bahasa kepedulian, kasih, dan pengharapan yang menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kehangatan hati.
Jika para pemuda 1928 mengikrarkan janji persatuan, maka perawat juga memiliki Sumpah Perawat yang meneguhkan dedikasi terhadap profesi dan kemanusiaan.
Keduanya memiliki semangat yang sama: pengabdian tanpa batas untuk negeri.
Koorprodi Keperawatan, Ns. Wiwin, menyampaikan bahwa nilai-nilai perjuangan Sumpah Pemuda sangat relevan dengan semangat keperawatan masa kini. "Perawat bukan hanya tenaga kesehatan, tetapi juga agen perubahan. Semangat Sumpah Pemuda mengingatkan kita untuk terus bersatu, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa melihat perbedaan. Inilah wujud cinta tanah air melalui profesi,” ujar Ns. Wiwin.
Di era transformasi digital dan globalisasi, tenaga kesehatan muda diharapkan terus menghidupkan nilai-nilai Sumpah Pemuda kolaboratif, inovatif, dan peduli untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Sumpah Pemuda mengajarkan kita arti persatuan dalam keberagaman, sedangkan Sumpah Perawat meneguhkan panggilan hati untuk melayani dengan kasih dan profesionalisme. Dua sumpah, satu semangat: mengabdi untuk Indonesia".